Hmm, apa-apa agar anak kebal penyakit. ASI, imunisasi, vitamin A, semua agar bayi tak mudah sakit.
Kalau tak bisa membedakan, warga suka memilih. “Ah, saya sudah kasih ASI, tidak perlu imunisasi.”
Padahal, masing-masing punya cerita sendiri.
Bagaimana ceritanya?
Edukator bisa mempertimbangkan cerita berikut.
Bayi memiliki barisan pendekar untuk melawan penyakit. Jadi, Tuhan tidak meninggalkan bayi sendiri tanpa barisan pendekar. Nama barisan pendekar adalah sel darah putih.
Tapi, namanya juga baru lahir. Para pendekarnya minim pengalaman. Namanya juga pendekar bocah.
Karena itu, para pendekar bocah perlu dibantu.
Bantuan penting dari ibu adalah senjata bagi para pendekar bocah. Sebetulnya senjata bisa dibuat oleh para pendekar, khususnya oleh para empu pembuat senjata (Limfosit B) tapi ya namanya bocah, mereka belum bisa membuat senjata pas. Ya maklum saja, musuh-musuhnya saja belum dikenal.
Senjata atau istilah kerennya antibodi, diselipkan Sang Ibu melalui ASI. Tujuannya untuk melindungi bari bibit penyakit penyebab diare dan radang paru. Selain itu, melalui ASI disampaikan pula senjata-senjata tingkat dasar dan senjata-senjata canggih yang ada dalam perbendaharaan Si Ibu dari pengalamannya melawan beragam penyakit.
Melalui ASI, Si Ibu juga memberikan makanan spesial bagi bakteri baik dalam tubuh bayi. Bakteri baik ini merupakan pelatih atau guru di mana para pendekar diajari mana musuh dan mana kawan, kapan menyerang, kapan santai saja. Karena masih bocah, para pendekar belum bisa membedakan keduanya. Kalau kawan yang dihajar, maka terjadi yang namanya autoimun. Kalau reaksi berlebihan, maka terjadi alergi yang bisa memicu asma.
Bayi ( > 6 bulan) juga perlu vitamin A, yang tujuannya menguatkan kekebalan tubuh. Bedanya, vitamin A bekerja di pabrik yang membuat para pendekar atau sel darah putih itu. Pabrik itu namanya sumsum tulang. Vitamin A adalah manajer produksi barisan pendekar itu. Kalau cukup vitamin A, maka jumlah sel darah putih akan cukup dan kuat. Satu kapsul agar manajer produksi pabrik bekerja dengan baik selama setengah tahun. Dua kapsul untuk sepanjang tahun.
Bayi juga perlu imunisasi. Di sini, barisan pendekar berlatih langsung atau dikenalkan dengan musuh (bibit penyakit). Musuh yang dilemahkan dimasukkan ke tubuh lalu berantem dengan para pendekar.
Gara-gara latihan itu, para pendekar jadi tahu bagaimana cara mengalahkannya dan senjata apa yang perlu dibuat. Kalau musuh yang sama datang kembali tanpa diundang, termasuk yang kuat-kuat, maka para pendekar dapat mengalahkannya.
Jadi, begitu. ASI, vitamin A, imunisasi itu sama-sama penting agar barisan pendekar yang masih bocah-bocah bisa semakin jago. Caranya beda-beda tapi tujuannya sama.
Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)