Tanda Akrab (Penting bagi Edukasi Topik Sensitif)

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Kalau sudah akrab, orang mudah diajak. Makanya, edukator perlu membangun keakraban terlebih dahulu agar persuasi berjalan lancar.

Terlebih untuk topik sensitif, edukator mesti cermat membangun tingkat keakraban yang cukup agar dapat membicarakan topik sensitif seperti: gizi buruk, HIV/AIDS, TBC, obesitas, kespro, dll.

Karena edukasi waktunya terbatas, tidak bisa berlama-lama dan sesering seperti bertetangga atau berteman, edukator perlu tahu tanda-tanda orang sudah akrab dengannya. Saat tanda itu ada, edukasi topik sensitif bisa dimulai.

Jadi, apa tandanya?

Sebetulnya, tidak ada rumus pasti, tapi satu atau beberapa tanda berikut bisa mengindikasikan.

Pertama, apakah mulai tek-tokan, getenan, gentian, timbal balik?
Waktu edukator bertanya-tanya tentang anak tertua si Ibu balita, apakah kemudian si Ibu balita bertanya balik tentang anak kita?

Kedua, semakin terbuka.
Semula si Ibu balita hanya cerita suaminya usaha. Setelah itu, dia bicara keuntungan yang diperoleh. Yang begini adalah tanda keakraban.

Keterbukaan juga terlihat dari pernyataan sikap (setuju/tidak setuju), masukan, atau kritikan yang tidak emosional. Jadi, kalau menerimanya, jangan dulu berpikiran negatif.

Ketiga, bercanda.
Orang kita suka bercanda. Kalau si Ibu balita sudah berani melempar candaan, itu tanda dia merasa akrab.

Bagi edukator, jangan lupa tertawa lepas, terlepas lucu atau tidak.

Keempat, menasihati.
Kalau sudah memberi nasihat pada edukator, tandanya si Ibu balita memiliki perhatian dan sayang pada edukator. Hanya saja, tolong bedakan nasihat tulus dan sarkasme.

Kelima, memelihara obrolan.
Kalau si Ibu ingin terus ngobrol atau berharap bertemu lagi saat obrolan akan berakhir, maka itu juga tanda keakraban. Ajakan mampir, berkunjung, atau bahkan undangan ke rumah bagi edukator di sarana kesehatan juga merupakan tanda keakraban.

Kadang upaya mempertahankan percakapan tidak dilakukan secara verbal (kata-kata). Di kampung, orang disuguhi kacang agar ngobrol bisa lebih lama.

Keenam, pemberian.
Sebulan setelah edukator ngobrol dengan seorang lansia tentang rencana umrohnya, eh, si nenek datang ke Puskesmas membawa oleh-oleh. Pemberian semacam ini adalah tanda keakraban.

Demikian 6 tanda untuk mengindikasikan keakraban. Ada yang terlupakan? Ada yang mau menambahkan?

Garut, 4 Mei 2026 – RR (Forum Kemisan/VA)


Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas