Seorang edukator mendekati seorang perokok dan langsung bilang, “Pak, mohon stop merokok karena nanti sakit jantung, kanker, impotensi….” Kira-kira apa yang akan terjadi?
Apakah si Bapak insyaf lalu berhenti merokok?
Atau “menyerang balik”?
Perilaku merokok itu kompleks. Bukan masalah orang tahu atau tidak tahu bahaya merokok. Orang bahkan tidak mempan ditakut-takuti. Coba lihat itu bungkus rokok. Mestinya, sudah paling menakutkan itu gambarnya, kan?
Apa perlu dikaitkan dengan ekonomi keluarga? Satu bungkus rokok sama dengan satu kg telur curah atau bahkan 1,5 kg?
Ngobrol dengan bapak-bapak dalam berbagai FGD, katanya, kalau tidak merokok, mana bisa beli telur? Otak sumpek. Tidak konsen. Mana bisa cari uang dengan nyaman?
Lebih ruwet lagi, merokok menyelinap dalam berbagai norma masyarakat. Norma pergaulan remaja kental dengan merokok. Bahkan, ada yang menjadi bagian dari inisiasi. Di kalangan agama tertentu, merokok dipandang positif dan penolaknya sebagai musuh. Nah, lho.
Lalu, di balik semua itu, industri rokok ikut bermain. Entah bagaimana caranya, tapi mereka pasti berusaha keras dengan investasi besar untuk membuat perilaku merokok di Indonesia tetap dominan. Tak bisa dipungkiri, Indonesia memang juaranya merokok.
Sebagai edukator kesehatan, apa yang perlu dikuasai untuk membantu mendongkel prestasi negeri?
Apakah perlu memahami dulu apa yang menyebabkan seseorang merokok?
Bagaimana proses perubahan perilaku itu terjadi?
Menguasai bagaimana strategi komunikasi untuk mencegah orang mulai merokok?
Bagaimana edukasi efektif membuat perokok berhenti sejenak mempertimbangkan perilakunya?
Bagaimana cara membantu perokok yang mau berhenti merokok berhasil berhenti?
Bagaimana cara edukasi agar perokok tidak mengajak orang lain merokok?
Tuh, kompleks, bukan?
Banyak sisi masalah yang perlu dipahami dan dikuasai jalan keluarnya. Dan di zaman efisiensi seperti sekarang ini, pertanyaannya menjadi: apa yang bisa dibagi antarsesama edukator? Lalu, apa yang masing-masing bisa lakukan?
Tampaknya, ngobrol menjadi penting. Kita obrolin di Forum Kemisan?
Garut, 6 Mei 2026 – RR (Forum Kemisan/VA)
Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP