Pesan untuk Fundamentalis Metode/Model Perubahan Perilaku

Pesan untuk Fundamentalis Metode atau Model Perubahan Perilaku

Sebetulnya narasi berikut pernah membuat saya ditendang keluar beberapa grup. Tapi saya suka menyampaikannya.

Begini, kalau ada metode atau model intervensi perubahan perilaku dari luar, jangan ditelan mentah-mentah apalagi menjadi fundamentalis yang memandang semua masalah perilaku bisa diselesaikan dengan metode atau model itu dan kemudian merasa hanya itu saja yang benar. Bersikaplah kritis.

Karena di setiap metode atau model pasti ada teori-teori perubahan perilaku yang melandasinya. Setiap teori nyantel pada paradigma tertentu.

Paradigma mengandung asumsi-asumsi ontologis, epistimologis, dan aksiologis. Cara pandang tentang seperti apa realitas itu? Bagaimana mengetahuinya? Bagaimana dengan etik-nya? Bagaimana nilai-nilainya? Bagaimana ideologinya? Apa kepentingannya?

Yang jadi masalah, kadang semua itu kurang atau tidak compatible dengan yang di masyarakat kita. Misalnya tentang nilai tentang kebebasan individu. Nilai di Amerika dengan di Indonesa jelas berbeda.

Yang paling bagus tentu membuat model atau metode sendiri dengan bahan-bahan dari negeri sendiri. Dengan demikian kita tidak tergantung pada luar dan sekaligus menghindari semacam imperialisme gaya halus.

Tapi, kalaupun tidak bisa membuat sendiri, paling tidak kita bisa belajar dari Jepang. Ketika mobil masuk ke Jepang, orang-orang di sana membongkar, mempereteli, dan mempelajarinya. Setelah itu, mereka meniru tapi dengan merk dan bentuk berbeda.

Beda-beda dikit saja. Yang kelihatan, ukurannya lebih kecil. Dan itu lebih cocok karena lebih hemat bensin, ruang, dan harganya lebih pas buat di Jepang.

Atau minimal banget, coba lihat China. Barang-barang luar yang masuk, dibongkar, dipereteli lalu ditiru mentah-mentah. Tapi, namanya diganti (Atau dibuat sama tapi dijual dan ambil keuntungan – tapi ini tidak etis).

Jadi, kita juga perlu bongkar, pereteli, dan pelajari metode-metode perubahan perilaku. Kita perlu tahu apa isi di dalamnya. Kita juga perlu belajar untuk membangun metode sendiri.

Artikel Terkait