Metode yang mengandalkan komunikasi lisan, seperti KAP, menargetkan orang untuk hafal. Bukan semua isi percakapan, tapi hafal pesan-pesan tertentu demi kemaslahatan. Berikut contohnya.
Tanda-tanda Bahaya
KAP mengambil pelajaran dari senandung smong di Pulau Simeulue, yang memberi petunjuk tentang tsunami (ada gempa, air surut, segera pergi ke tempat tinggi). Makanya, tanda-tanda yang orang perlu awas mesti dihafal. Contoh, tanda-tanda bahaya kehamilan. Bumil mesti dibantu agar hafal sehingga bila satu tanda muncul, tanpa pikir panjang dia segera bertindak.
Sumber Motivasi
Pesan yang memotivasi orang melakukan perilaku tertentu juga mesti dihafal. Pesannya bisa menakutkan atau pesan menyenangkan, tergantung pendekatan yang dipilih. Semisal:
- Lewat karena telat (kanker serviks)
- 3E – Enak makan, Enak badan, Enak tidur (MMS)
- DBD demamnya menipu (DBD)
Langkah-langkah Penting
Langkah-langkah penting perlu dihafal agar mudah melakukan suatu perilaku sehat. Contohnya:
- Tekan – Tahan – Putar kiri (buka botol MMS)
- Pagi-pagi bangun
- Hindari apapun
- Ambil yang bergizi
- Lalu bersih-bersih
(Makanan Terapi Gizi sebagai makanan pertama)
Kunci Cerita
Supaya cerita menempel di kepala orang, ada pernyataan atau pertanyaan di dalam cerita yang mesti dihafal orang. Semisal:
- Apa pendekar bisa jadi jago tanpa latihan? (proses imunisasi)
- Orang dulu kuat karena latihannya keras, tapi tak sedikit yang lewat (imunisasi versus infeksi)
Bahan Advokasi
Tidak jarang seorang ibu balita yang diedukasi di puskesmas perlu meyakinkan orang rumah. Pesan-pesan terkait ini tentu mesti dihafal:
- 3S – SUPER padat gizi, SESUAI kondisi pencernaan anak, SINGKAT menaikan timbangan (MTG)
Untuk bantu orang hafal, edukator bisa menggunakan beragam teknik, seperti repetisi, irama, rima, elaborasi, visualisasi, gerak, dll. Kita bahas dalam artikel selanjutnya, ya.
Yogyakarta, 22 April 2026 – RR (Forum Kemisan/VA)
Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP