Bahaya Punya Niat Mengubah Sikap Orang

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Justru karena ada niat ingin mengubah sikap orang, kemungkinan (besar) upaya kita akan gagal.

Lho? Bukankah niat, intensi atau tekad justru mendekatkan pada keberhasilan?

Kalau ditujukan ke diri sendiri, memang betul. Siswa yang datang sekolah dengan niat kuat menimba ilmu akan membuatnya lebih serius belajar dan kebal bujukan teman untuk kabur dari sekolah.

Masalah akan muncul kalau niatnya ditujukan untuk mengubah sikap atau perilaku orang lain.

Orang mana sih yang sudi diubah sikapnya oleh orang lain? Apalagi bila sikap itu dilandasi nilai-nilai yang sangat dihargai, bersandar pada ikatan kelompok atau olah pikir pribadi. Anda sendiri sebagai komunikator pasti ogah berbicara dengan orang yang datang dengan niat mengubah sikap Anda.

Saat berniat mengubah sikap warga, secara sadar atau tidak, kita memandang warga dengan posisi tertentu. Posisi lebih inferoir. Orang-orang yang sikapnya tidak pas, merugikan diri atau orang lain, keliru, salah, dan sebagainya.

Cara pandang semacam itu mendorong komunikasi penuh penilaian (judgemental), kritik atau menggurui. Kita jadi lupa bersikap empatik atau apresiatif, yang justru memotivasi orang membuka dirinya. Kata Oren Jay Sofer (2018), the less blame and criticism, the easier it is for others to hear us.

Nge-tag di tafsir.com, ditemukan 49 kali dalam Qur’an bahwa tugas nabi hanya menyampaikan. Contohnya: Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang (5:92). Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya (2: 272). Pesan itu tentu ada maksudnya.

Bila keberhasilkan mengubah sikap orang bukan tanggung jawab kita, maka kita akan lebih fokus pada kegiatan berkomunikasi. Beban berkurang. Lebih rileks. Kreativitaspun lebih mudah keluar.

Memandang warga dalam posisi setara, mengantar pada sikap sikap saling menghargai dan mendengarkan. Situasi demikian memotivasi warga untuk membuka diri pada ide-ide berbeda.

Kurang lebih begitu. Komunikasi tanpa niat mengubah sikap justru lebih berpeluang mengubah sikap dan perilaku orang.

Tapi bukankah niat mengubah sikap orang bisa ditutupi sehingga tidak terlihat?

Selihai-lihainya menyembunyikan, pasti menyembul dalam interaksi antramanusia. Niat mudah muncul dalam pesan nonverbal, bentuk komunikasi yang punya koneksi langsung ke hati. Pada suara, gerak tubuh, mimik wajah dll., warga pasti membaca niat kita ingin mengubah sikap mereka.

Jadi, lebih baik ganti niat mengubah sikap orang ke niat lainnya. Bisa niat membangun hubungan. Niat ingin belajar. Atau niat baik lainnya.


Penulis: Risang Rimbatmaja, Spesialis Perubahan Perilaku UNICEF Indonesia

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas