Tanda Akrab (Penting bagi Edukasi Topik Sensitif)

Kalau sudah akrab, orang mudah diajak. Makanya, edukator perlu membangun keakraban terlebih dahulu agar persuasi berjalan lancar. Terlebih untuk topik sensitif, edukator mesti cermat membangun tingkat keakraban yang cukup agar dapat membicarakan topik sensitif seperti: gizi buruk, HIV/AIDS, TBC, obesitas, kespro, dll. Karena edukasi waktunya terbatas, tidak bisa berlama-lama dan sesering seperti bertetangga atau berteman, […]

Edukasi Harmonis dengan Tradisi – Pemeriksaan Nifas

Dalam metode KAP, harmonisasi dengan tradisi dan norma sangatlah penting. Konfrontasi mesti dihindari. Contohnya pada tradisi sebagian masyarakat kita yang menganggap ibu nifas tidak boleh pergi-pergi setidaknya 40 hari, KAP malah memanfaatkannya. Dalam edukasi, ibu-ibu hamil diajak bernyanyi sebagai berikut: KF satu, dua, tiga, empatAgar ibu bayi tetap sehatOrang dulu empat puluh hariOrang sekarang empat […]

Belum Berhasil Mengajak? Coba Ngobrol Dulu

“Sudah didatangi 3x, tapi si Ibu tetap nggak bawa anaknya ke Posyandu,” ujar seorang kader muda. Bila mendapati pengalaman seperti itu, ada baiknya tidak terburu-buru memberi nasihat. 1) Tanya-tanya alias nyambung saja dulu. “Waktu datang ke sana, ngobrol apa saja?” Jawaban yang sering diperoleh: “Tentang pentingnya menimbang anak secara teratur, tentang pentingnya Posyandu, dll.” Lalu, […]

Cara Bantu Orang Hafal

Hafal menghafal pesan adalah target edukasi berbasis lisan, seperti KAP. Jangan hanya mendengar, tapi mesti menghafal pesan. Yang dihafal tentu bukan semua omongan, melainkan pesan kunci saja. Semacam kalimat pendek yang menjadi jangkar sehingga kapal tak ke mana-mana. Ada beragam cara membantu orang menghafal pesan kesehatan. Cara-cara ini perlu dipilih, dikombinasikan, dan disesuaikan dengan situasi. […]

Fitur Aksesibilitas