“Kami sudah berkali-kali ke sekolah, minta waktu edukasi imunisasi. Rekan promkes juga sudah keluarkan semua jurusnya tapi sekolah tetap tak mengijinkan. Jurus apalagi yang perlu dilakukan?”
Di ujung pelatihan KAP model hybrid, seorang nakes bertanya dengan suara agak putus asa.
Selama 2 hari belajar teknik KAP imunisasi tapi bingung bagaimana mempraktikkannya.
Bingung, karena kesempatan edukasi ke siswa dan orang tua terjegal ijin sekolah.
Lantas, jurus apa lagi yang bisa diharapkan?
Jawabannya singkat: jurus yang bukan tentang imunisasi.
Ini teori menghadapi penolakan keras di mana kesempatan komunikator pun tidak tersedia. Teorinya, caranya mesti indirect dan/ atau implicit.
Jangan datang ke sekolah untuk “jualan” imunisasi tapi jualan lain yang mudah diterima. Kan, masih banyak isu kesehatan yang dibutuhkan sekolah. Misalnya, kesehatan lingkungan, seperti urusan sampah; higinitas tangan, sikat gigi, masalah jajanan sehat, gizi lainnya, dll.
Lalu, imunisasinya bagaimana?
Ya, nanti waktu edukasi topik lain, misalnya gizi, tinggal selipin imunisasi-nya . Yang penting, anak maupun orang tua menjadi paham bahwa imunisasi merupakan salah satu cara, dari sejumlah cara, untuk memelihara kesehatan anak tapi punya posisi tersendiri, tak bisa digantikan (sama halnya pula dengan higinitas, gizi, dll).
Bagaimana kalau orang sudah alergi? Mendengar istilahnya pun sudah meradang, menutup diri, atau bahkan pergi?
Nah, di sini masuk edukator perlu implicit. Jangan sebut-sebut imunisasi tapi sampaikan substansinya.
Ceritakan saja, selain gizi, tubuh anak pun bisa dibangun kekebalannya. Karena tubuh anak sudah ada pendekar-pendekarnya, yang menjaga dari serangan bibit penyakit. Namanya pendekar, tentu perlu dilatih banyak jurus agar semakin lihai mematahkan serangan beragam musuh.
Kalau mereka tertarik dan bertanya caranya bagaimana melatihnya? Edukator bisa ceritakan cara yang alami dan cara buatan. Cara latihan pertama namanya infeksi. Cara kedua…?
Baca bahan lengkapnya di buku:
Bahan Bercerita tentang Imunisasi.
Bahannya dapat diakses pada Daftar Pustaka di tautan s.id/rcce-id
Kuningan, 18 Mei 2026 – Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)
Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)