“Bu Ida, Adik Budi ini timbangannya perlu lekas dinaikkan.”
Dengan pesan itu, apakah cukup membuat seorang ibu khawatir?
Atau perlu ditambah? Misalnya dengan mengatakan…
“Kalau tidak, pertumbuhannya bisa terganggu. Pencernaannya semakin kurang bagus. Bisa kena stunting. Pertumbuhan otak jadi terbatas. Kalau dewasa, nanti kena diabetes, jantung….”
Seberapa banyak sih dosis pesan menakutkan yang perlu disampaikan agar orang mau mengubah perilakunya? Perlu maksimalkah?
Seperti obat, dosis pesan menakutkan tergantung dari sensitivitas orang. Untuk kasus timbangan anak, sebagian orang tua sudah khawatir hanya dengan mengetahui timbangan anaknya kurang.
Kalau demikian, edukator sebetulnya tinggal memancing minat. Misal, dengan menyampaikan, “Tapi naikin timbangannya mudah, kok, Bu Ida. 1-2 minggu sudah mulai naik.”
Setelah itu, gantungin dulu.
Kalau “kena”, orang tua akan bertanya, “Caranya bagaimana, Bu Bidan?” (Selanjutnya, edukator tinggal menjelaskan layanan yang disediakan dengan cara yang mudah dipahami).
Memberi dosis berlebihan, maksudnya, seseorang yang sudah khawatir “dihajar” pesan-pesan yang lebih menakutkan sehingga tambah khawatir, bisa backfiring alias balik arah. Bu Ida bisa jadi lari dari masalah, tidak peduli, bodo amat, atau malah menyangkal dan “melawan”.
Jadi, dosis pesan menakutkan tergantung sensitivitas, yang dapat diketahui dari reaksi nonverbal lawan bicara.
Kalau tampak belum khawatir, silahkan tambah dosis pesan menakutkan sampai orang khawatir.
Jadi, amati reaksi nonverbal orang terhadap suatu pesan menakutkan sebelum memutuskan untuk menambah atau mencukupkan.
Di samping itu, cermati juga efek samping dari pesan menakutkan.
Terkadang dosis berlebih menghasilkan komplikasi, salah satunya, adalah rasa bersalah.
Bila menjumpai nya, edukator perlu segera berusaha menurunkan rasa bersalah karena kalau berkembang dia akan menghalangi perubahan perilaku. Orang jadi malu, yang membuatnya menghindar, lari dari kenyataan, menyangkal, atau bahkan melawan.
Di sini, edukator perlu memberikan obat penurun rasa bersalah yang pas. Kita pernah bahas tentang ini tapi kalau diperlukan, boleh juga dibagas ulang, ya.
Maros, 21 Januari 2026 – RR (Forum KAP/ VA)
Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP