Cerita yang Menyemangati Relawan

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Pandemi berkepanjangan, kasus naik turun, dan sekarang naik lagi tentu melelahkan secara mental. Termasuk yang rentan kelelahan adalah relawan edukasi COVID-19 yang tersebar di banyak tempat. Jika semangat tidak dikuatkan, banyak yang akan mundur.

Salah satu kegiatan yang biasanya menjadi momen penyemangat adalah pertemuan relawan. Namun, jangan keliru, kalau tidak dikelola dengan taktis, pertemuan relawan justru bisa membosankan. Misal, isinya hanya pengarahan-pengarahan atau presentasi-presentasi narasumber.

Alternatifnya adalah pertemuan yang memanfaatkan cerita-cerita relawan sendiri. Bukan cerita beberapa wakil saja tapi semua relawan harus bercerita. Berikut metodologi sebuah model, yang banyak belajar dari para praktisi Appreciative Inquiry.

1. Lemparkan pertanyaan retoris, sebagai relawan apakah semangat kita selalu tinggi? Pasti ada masanya semangat tinggi tapi ada waktu lain, turun. Betulkah?

Dalam sesi ini kami ingin mengajak teman-teman relawan saling berbagi cerita. Cerita yang dibagikan adalah pengalaman paling berkesan selama menjadi relawan COVID-19. Cerita, yang kalau teringat, membuat kita bersemangat kembali mengedukasi orang.

Silahkan rekan-rekan mencari pasangan. Ceritanya disampaikan ke pasangan. Cari pasangan yang bukan dari kelurahan atau tim kita. Kalau belum hafal namanya, silahkan berkenalan dulu.

Lalu ceritanya bergantian. Pertama, satu orang bercerita sementara yang lainnya mendengarkan. Ingat mendengarkan bukan diam atau ho’oh-ho’oh. Tapi simak, tanya-tanya, yang nyambung. Supaya jelas bagi kita bagaimana berlangsungnya pengalaman pencerita itu.

Silahkan, salah satu memulai bercerita, sementara satunya lagi aktif mendengarkan. Waktunya bercerita 3 menit, lalu nanti bergantian.

(Sehabis 3 menit) Silahkan berganti posisi. Yang semua bercerita menjadi pendengar. Yang tadinya mendengarkan sekarang bercerita. Waktunya 3 menit.

2. (Setelah selesai pasangan saling bercerita) Saya akan membentuk kelompok yang berisi 4 pasangan. (Untuk memulai, tunjuk 4 pasangan dari lokasi berbeda untuk berkumpul). Silahkan bawa kursinya dan duduk melingkar. Jangan lupa jaga jarak. Yang lain silahkan mengikuti membentuk kelompok berisi 4 pasangan atau 8 orang.

Tugas dalam kelompok adalah setiap orang menceritakan pengalaman pasangan kita. Bukan pengalaman kita sendiri tapi pengalaman pasangan yang kita dengarkan sebelumnya.

Setiap orang silahkan berbagi pengalaman teman sekitar 3 menit saja. Setelah itu berganti orang sebelah kanannya dst.

3. Fasilitator berpindah-pindah kelompok. Menyimak dari luar lingkaran dan tidak menganggu percakapan.

4. Setelah selesai semua relawan selesai bercerita, tanyakan bagaimana cerita-cerita tadi? Bagaimana perasaan teman-teman saat ini? Moga-moga jawaban positif yang didapatkan.


Penulis: Risang Rimbatmaja, Spesialis Perubahan Perilaku UNICEF Indonesia

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas