Menghadapi Sanggahan Warga

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

“Masa sih jadi enak? Saya tidak merasakan, Bu Bidan,” sanggah seorang bumil saat edukasi MMS (Multiple Micronutrient Supplemen) atau suplemen multivitamin.

Nadanya protes. Memotong omongan Bu Bidan yang tengah menjelaskan manfaat langsung: 3E, Enak makan, Enak badan, Enak tidur.

Bu Bidan terdiam. Ibu-ibu hamil lain celingukan.

Kejadian seperti ini sesekali terjadi saat edukasi kelompok. Di topik imunisasi, orang tua protes anaknya tetap sakit meski sudah disuntik. Ada pula orang tua yang kesal timbangan anaknya tidak naik-naik meski sudah mengikuti semua saran.

Bagaimana sebaiknya respon edukator kesehatan dalam situasi ini?

Pertama dan yang perlu selalu diingat, bersyukurlah. Karena orang sudah terbuka menyampaikan isi hati kepalanya. Karena dengan begitu, edukator dapat mengedukasi dan mempersuasi.

Coba kalau semua orang manggut-manggut, padahal pikiran dan hatinya melawan? Tentu sia-sia apa yang disampaikan edukator sampai berbuih-buih.

Kedua, nyambung. Tanya-tanya dengan pertanyaan pendek agar orang bercerita lebih banyak. Jauhi 3 hal, mengganti topik, menilai/ mematahkan, dan mendiamkan. Untuk menghindari kesan menghakimi, netralisir dulu situasi dengan memvalidasi.

“Menarik nih pengalaman dari mba Roro. Setiap ibu hamil memang bisa merasakan hal berbeda. Kan, tubuh kita beda-beda ya. Boleh cerita, dong, mba Roro?”

Setelah itu, lempar pertanyaan nyambung.

“Yang dirasakan apa setelah minum?”
“Sebelumnya bagaimana?”

Dengan nyambung, edukator jadi lebih tahu apa yang terjadi sambil menghargai lawan bicara.

Ketiga, setelah cukup nyambung, berikan apresiasi. Angkat satu sisi positif dari Si Bumil.

(Bila minumnya teratur) “Wah, mba Roro ini berusaha keras agar persalinan lancar, anak jadi pintar.”

(Bila mencari referensi di internet) ‘Wah, mba Roro ini ternyata pembelajar. Selalu ingin update.

Keempat, sampaikan argumen, misal justifikasi klinis mengapa MMS membuat 3E. Misal, karena vitamin B1, 6, 9, 12, Vitamin C, D, Zinc menambah dan menjaga nafsu makan.

Kelima, agar meyakinkan, edukator bisa bertanya pada bumil lain tentang pengalaman 3E-nya.

Tapi, tetap validasi. Sampaikan, setiap orang bisa berbeda yang dirasakan. Mungkin perlu waktu. Jangan sampai memojokkan bumil yang protes tadi. Walau di awal kita sempat terpojok, ya?


Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas