Perilaku Sehat Saling Bersaing

Bukan karena disengaja tapi edukasi kesehatan kadang menghasilkan sikap-sikap yang saling bersaing. Orang tua yang tidak imunisasi anak mengatakan bayi saya ASI Eksklusif saja. Orang tua yang tidak beri anaknya vitamin A mengatakan yang penting makanan dan minuman bergizi. Tidak disengajakan begitu tapi desain edukasi kesehatan yang sendiri-sendiri dan parsial memang berisiko menghasilkan sikap-sikap saling […]
Pesan untuk Fundamentalis Metode/Model Perubahan Perilaku

Sebetulnya narasi berikut pernah membuat saya ditendang keluar beberapa grup. Tapi saya suka menyampaikannya. Begini, kalau ada metode atau model intervensi perubahan perilaku dari luar, jangan ditelan mentah-mentah apalagi menjadi fundamentalis yang memandang semua masalah perilaku bisa diselesaikan dengan metode atau model itu dan kemudian merasa hanya itu saja yang benar. Bersikaplah kritis. Karena di […]
Bagaimana jika 63% Warga Bersikap Fatalis dalam Kesehatan?

Saat hasil survei disajikan: 63% orang bersikap fatalis, yaitu memandang sakit adalah takdir dan tidak bisa dicegah, seorang rekan Promkes berguman, “Wah, habislah kita. Sia-sia edukasi yang kita lakukan.” Edukasi yang dilakukan rekan-rekan Promkes adalah upaya pencegahan penyakit. Namun, kalau orang bersikap fatalis, dalam pengertian, memandang sakit itu ditentukan oleh Tuhan dan orang berbuat apapun […]
Variasi Persepsi Warga terhadap PTM

Sewaktu menyampaikan istilah PTM (Penyakit Tidak Menular), komunikator tentu berharap warga memiliki pemahaman sama dengannya. Misalnya, PTM itu penyakit-penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke orang, berkembang dalam jangka waktu panjang (kronis), dan contohnya adalah penyakit jantung, kanker, stroke, diabetes, ginjal, darah tinggi, dll. Kalau pun tidak sama persis, paling tidak ada interseksi atau […]
Memanfaatkan Counter-Argument dalam Persuasi

Setelah interaksi dengan banyak warga, komunikator biasanya mulai paham apa yang membuat warga enggan mengikuti perilaku yang dianjurkan. Adakalanya, penyebabnya tidak mudah diungkapkan. Entah karena malu atau dipandang sensitif. Misalnya, dalam imunisasi, masalah halal haram atau larangan suami kerap kali mengganjal tapi suka dipendam. Dalam situasi ini, komunikator dapat mencoba teknik counter-argument dalam percakapan. Di […]
Mengakali Selective Exposure

Exposure is always selective, kata Lazarsfeld (1944), embahnya ilmu komunikasi. Maksudnya, terpaan pesan berlangsung tergantung dari sikap orang. Kalau orang punya sikap positif pada komunikator atau pesannya, kemungkinan besar orang akan memperhatikan komunikator. Kalau komunikator atau pesannya kurang atau tidak disukai, maka apapun yang disampaikan, panjang lebar, sampai berbuih-buih pun akan diabaikan. Jadi, saat mengedukasi, […]