Tes Pesan ala KAP (Komunikasi AntarPribadi)

Awalnya, KAP disusun bagi edukator kesehatan yang bermodal dengkul. Tidak ada anggaran undang mengundang, konsumsi, transportasi, kebersihan, dan lain-lain. Caranya dengan numpang (piggy backing), nyelip (insertion), mengisi waktu luang atau bahkan untuk mengulur-ngulur waktu pada kegiatan tersedia. Makanya, KAP dibuat fleksibel, tak berpakem ketat. Yang penting orang suka, tertawa lalu pesan tertangkap, hafal, syukur-syukur mengikuti. […]

Layani dengan Senyum?

Kalau jaga di toko kue atau permen, petugas mesti layani dengan senyum. Menyambut konsumen dengan senyum. Bersuara ramah dan menggoda agar konsumen senang melihat-lihat dan kemudian membeli. Tapi model komunikasi semacam tidak boleh diberlakukan mentah-mentah di layanan kesehatan. Masa orang lagi khawatir atau kesakitan, petugas malah senyum-senyum? “Dok, ini anak saya demam tinggi 2 hari […]

Gambar Seram Bungkus Rokok

Di bungkus rokok ada gambar. Seram-seram. Tenggorokan bolong. Gigi hancur. Paru-paru rusak, dll. Mungkin ini strategi agar perokok berhenti atau mengurangi rokok. Atau bagi mereka yang mau mencoba merokok agar mengurungkan niatnya. Tapi bisakah? Melihat perokok santai-santai saja membeli rokok, rasanya ada mekanisme lain yang terjadi pada dirinya. Apa yang kita pikir menakutkan sehingga mengubah […]

Komunikasi Apresiatif

Dengan kapur, mentor membuat titik seukuran jempol di papan tulis. Lalu bertanya kepada kita semua, “Apa yang kalian lihat?” “Titik putih!” jawab kami bersama-sama. “Hanya titik putih?” tanyanya kembali. Semua kebingungan. Celingukan. Saling pandang. “Kalian cepat melihat yang kecil. Yang jauh lebih besar, terlewatkan. Ini lho! Area papan berwarna hitam ini sesuatu yang bisa kalian […]

Hafal dan Paham

Orang yang hafal bisa jadi melakukan. Orang yang paham belum tentu melakukan. Dalam dunia ilmiah (barat), hafal dan paham diurutkan dalam tingkat berbeda. Paham diletakkan lebih tinggi ketimbang hafal. Makanya, dalam dunia pendidikan (sekolah), siswa yang mampu menjelaskan bobotnya lebih besar ketimbang yang mampu menyebutkan. Tapi dalam metode KAP, menghafal itu penting, meski tanpa pemahaman. […]

Jurus “Justru Itu”

Praktisi KAP sebisa mungkin menghindari perdebatan. Kalau pun orang mengemukakan argumen tertentu untuk mendukung sikapnya, hindari adu argumen. Praktisi KAP tetap bisa mempersuasi, yaitu dengan Jurus “Justru Itu”. Jurus “Justru Itu” (yang diadaptasi dari Steelmanning) memanfaatkan argumen orang untuk mengajak. Jangan patahkan argumen orang tapi justru manfaatkan untuk mengajak. Tahapnya: 1) nyambung (dengan bertanya-tanya pendek) […]

Fitur Aksesibilitas