Rekan-rekan, ada kabar bagus, nih. MMS (Multi Micronutrient Supplement) produksi tanah air akan dirilis akhir bulan ini. Setelah itu, jutaan bumil Indonesia akan mendapat MMS produksi industri tanah air (secara gratis).
Kualitasnya bagaimana? Dibandingkan MMS sebelumnya, yang dari USA?
Eits, jangan salah. Produksi MMS nanti sudah mendapat dua sertifikat. Pertama, sertifikat USP (United States Pharmacopeia) untuk kualitas produk. MMS produksi tanah air menjadi pihak kedua di dunia yang mendapatkan USP, satunya lagi perusahaan asal US. Bahkan untuk tablet MMS berwarna pink, produk Indonesia menjadi pertama di dunia dengan USP verified.
Kedua, sertifikat halal dari BPPJH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Jadi, logo halal Indonesia akan menggantikan logo halal dari badan sertifikasi halal Amerika.
MMS dan TTD sama-sama menurunkan risiko anemia dan MMS memiliki keunggulan tambahan dalam mengurangi risiko bayi stunting, BBLR (Bayi Berat Badan Lahir Rendah), bayi kurus, bayi dengan lingkar kepala kecil, dan anak dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) kecil.
Dengan catatan, MMS diminum sesuai anjuran, yaitu sehari satu selama kehamilan (minimal 180 tablet).
Maka, pertanyaan pentingnya adalah bagaimana mengajak dan membangun kebiasaan ibu hamil minum MMS?
KAP terbaru, yang menekankan pesan (hafalan dan pemahaman) dengan rangkaian teknik sederhana, menjadi andalan kegiatan komunikasi tatap muka, baik perorangan, seperti di layanan pemeriksaan kehamilan atau kunjungan rumah, maupun kelompok, seperti kelas ibu hamil. Untuk menghafal pesan, edukator memanfaatkan repetisi, rima, irama, visualisasi, dan elaborasi/ cerita. Untuk evaluasi cepat, dipinjam metode DI (Direct Instruction / Instruksi Langsung) dengan ibu hamil menjawab keras bersama-sama pertanyaan-pertanyaan terbuka dan benar-salah, serta set pertanyaan dengan kecepatan berbeda, dan bila ada, koreksi kesalahan langsung detik itu juga.
Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)