People will believe more in knowledge they have discovered themselves than in knowledge presented by others.
Menurut Kurt Lewin, pengetahuan yang ditemukan sendiri lebih dipercaya dibanding pengetahuan yang disajikan orang lain. Lebih dipercaya, maka lebih besar peluang diikuti.
Nah, bagaimana prinsip Lewin diaplikasikan dalam sesi edukasi?
Pertama, warga menemukan sendiri masalahnya. Di sini, edukator bertanya pada warga masalah kesehatan yang dihadapi dan mengajak bersama-sama menentukan prioritas masalah. Tapi ini adalah proses yang ideal.
Acapkali, edukator sudah ditugasi untuk masalah tertentu. Menyiasatinya, edukator dapat memanfaatkan cara yang terlihat partisipatif tapi sebetulnya tidak. Misal, grand tour & mini tour.
Contoh,
Tugas: Edukasi diare
Proses:
- Edukator bertanya penyakit apa saja yang dialami bayi atau anak dalam sebulan terakhir?
- Edukator mendengar dan mengumpulkan jawaban. Misal: batuk pilek, panu, diare, demam.
- Edukator meminta izin membahas diare untuk kesempatan kali ini.
Kedua, warga menemukan solusi sendiri. Idealnya begitu tapi karena keterbatasan pengetahuan, kadang sulit dan takut keliru. Untuk itu, warga mesti dibantu metode yang pas.
Contoh,
Dalam edukasi pencegahan diare, warga diberi gambar-gambar yang mesti ditempatkan di antara dua gambar. Ujung kiri, gambar tinja yang mengandung bibit penyakit (e-coli). Ujung kanan, gambar mulut anak. Gambar-gambar yang perlu diletakkan di antara keduanya adalah gambar tangan, tanah, air minum, lalat (4F – Fingers, Field, Fluid, Flies) dan gambar-gambar keliru, seperti api, gajah, dll. Permainan gambar ini bicara tentang jalur penularan fecal-oral (tinja-mulut).
Set gambar kedua adalah cara-cara pencegahan, seperti cuci tangan pakai sabun, masak air sampai matang, BAB di jamban aman, atau cara-cara keliru seperti tabur garam, dll. Nah, gambar ini diletakkan disebelah gambar jalur penularan.
Permainan gambar dipakai untuk membantu warga menemukan pengetahuan secara mandiri tentang cara penularan dan pencegahan e-coli. Selain dengan gambar, prosesnya bisa dibantu dengan jalan-jalan dan observasi di lingkungan, diskusi dengan koridor tertentu, atau permainan lain.
Ringkasnya, warga menemukan pengetahuan sendiri bisa dengan bantuan edukator. Tapi edukator hanya membantu proses dan tidak mendiktekan jawabannya.
Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)