Orang China bilang dalam setiap bahaya, ada kesempatan. Demikian juga di situasi merebaknya kasus influenza. Ada kesempatan mempromosikan perilaku sehat, termasuk vitamin A, ASI, imunisasi, makanan bergizi, tidur cukup, cuci tangan pakai sabun, pakai masker, dan jaga jarak.
Kita tinggal cari cara yang pas. Di webinar pagi tadi, berikut diusulkan.
1.Pakai kerangka EPPM (Extended Parallel Process Model) yang memanfaatkan rasa takut (akan influenza) lalu gandeng dengan rasa mudah (melakukan perilaku-perilaku sehat). Ini model neraka-surga dalam agama, di mana orang diberi kabar menakutkan (siksaan pedih, dll.), lalu diberi kabar gembira: mudahnya masuk surga (cukup 2-3 hal sederhana dan tidak kompleks atau memberatkan).
2.Kabar menakutkan mencakup: 1) keparahan penyakit: Influenza beda dengan pilek/selesma; Influenza A lebih parah dibanding influenza B (bisa komplikasi, jadi pneumonia dll.), dan ada kasus. 2) kemudahan terkena penyakit, jelaskan jalur penularan: Virus keluar via percikan mulut/hidung saat batuk/ bersin. Virus terhirup langsung atau menempel di permukaan benda, tersentuh tangan lalu ke mulut, hidung, mata. Virus tak bisa dilihat. Kita tak tahu aman/ tidak yang kita sentuh.
3.Beri kabar gembira. Influenza mudah dicegah dengan a) memblok penularan, dan b) kuatkan kekebalan tubuh. Untuk memblok penularan, edukator menjelaskan cuci tangan pakai sabun (blok jalur menyentuh virus) dan pakai masker serta jaga jarak di kerumunan (blok jalur terhirup langsung).
4.Untuk kekebalan tubuh, edukator mengangkat vitamin A, ASI, imunisasi, gizi seimbang, dan cukup istirahat. Sebelumnya, sampaikan kita memiliki barisan pendekar/ tentara bernama sel darah putih. Tugasnya melawan bibit penyakit yang masuk tubuh. Makanya, kalau dekat orang batuk, kita tak langsung jadi batuk. Ada pendekar/ tentara menghadang. Masa perangnya disebut masa inkubasi.
Untuk vitamin A, jelaskan barisan pendekar/ pasukan tentara dibuat di pabrik yang bernama sumsum tulang. Manajer produksinya bernama vitamin A. Kalau bekerja baik, sel darah putih yang dihasilkan jumlahnya pas dan kuat-kuat. Kontrak kerjanya per 6 bulan. Makanya, anak mesti dikasih 2 kapsul. Satu untuk setengah tahun. Dua untuk sepanjang tahun.
Untuk ASI, tekankan barisan pendekar/ tentara bayi masih unyu-unyu, belum pengalaman, sehingga ibu perlu membekali mereka senjata (antibodi). Senjata diselipkan di ASI. Di samping itu, ASI juga memberi makan bakteri yang melatih barisan pendekar/ tentara yang masih unyu-unyu itu.
Untuk imunisasi, sampaikan barisan pendekar/ tentara itu perlu latihan supaya jago. Mana ada yang bisa jago tanpa latihan? Ceritakan, imunisasi itu memberi lawan tanding tapi yang sudah dilemahkan sehingga mudah dikalahkan dan jurusnya bisa dikuasai. Besok-besok, kalau bibit penyakit semacam lawan tanding datang lagi, para pendekar/ tentara bisa mudah mengalahkan.
Gizi seimbang menyediakan bahan untuk membuat barisan pendekar (protein). Saat tidur, para pendekar/ tentara lebih efektif menyerang bibit penyakit karena tidak sibuk melawan bibit penyakit lain yang masuk dari makanan, sentuhan, udara, dll.
Untuk cara menyampaikannya, edukator bisa gunakan beragam permainan (sebagai pembuka pembicaraan), lagu, kuis, dll. Apapun yang penting menyenangkan.
Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)