Komunikasi Kecil tapi Besar

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Small talk is actually something very big. Maksudnya, kurang lebih, obrolan kecil itu penting sekali. Demikian kata Krogerus & Tschappeler, duo penulis dari Swiss.

Penting karena dampaknya besar. Entah untuk urusan bisnis atau edukasi kesehatan, seperti tugas Ibu Bapak sekalian. Kalau bisa memulai percakapan yang membuat akrab, nyaman, terbuka, bahkan dipercaya, maka orang lebih mudah diajak.

Ilmu komunikasi praktis dari Krogerus & Tschappeler, berikut tipsnya.

Minta saran. Teorinya psikologinya, kalau minta saran, kita sebetulnya sedang membangun keakraban. Keakraban membuat orang sulit menolak. Makanya, meski Ibu Bapak adalah tenaga kesehatan atau kader, jangan ragu minta saran tentang sesuatu yang klien kuasai dan kita tidak kuasai. “Gimana sih caranya supaya tanaman bagus-bagus gitu? Ajarin, dong.” (Catatan: di KAP, jangan lupa ditambahkan apresiasi).

Lempar pertanyaan kedua. Jangan bertanya hanya agar kita ditanya atau dapat giliran ngomong. Jadi, kalau kita tanya, “Ibu aslinya mana?” Lalu, dia menjawab, “Saya dari Purwokerto, Bu Bidan.” Maka, tanya lagi, “Katanya, makanan di sana enak-enak, ya? Apa saja sih makanannya?” dengan begitu, percakapan terbangun. (Catatan: di KAP, minimal kita melempar 3 pertanyaan supaya nyambung yang tulus).

Jangan bertanya hal yang mungkin tidak suka dibicarakan, seperti pekerjaan. Kalau kira-kira lawan bicara kita menganggur atau pensiun, jangan bertanya, “Pekerjaan Bapak apa?” Disarankan, cari cara lain yang lebih aman, “Sibuk apa Bapak hari-hari?”

Jangan memulai percakapan dengan topik yang Anda suka. Mentang-mentang kita suka kucing, jangan memulai percakapan menceritakan tentang kucing pada orang yang baru dikenal. Sebaliknya, mulai saja percakapan dengan topik yang lawan bicara sukai.

Catatan: di KAP kita belajar mengamati untuk mencari topik yang dia suka. Misalnya, kalau kunjungan rumah: amati hal yang dipajang, teratur, rapih, baru. Dengarkan: hal yang baru, menarik dll.

“Maaf ya, Bu Kader. Saya kemarin tidak ke Posyandu. Soalnya sibuk, banyak pesanan dari luar kota.”

(Nah, ketemu topiknya: pesanan, bisnis, pembeli dari luar kota).

Dengarkan. Kalau mengobrol kecil, coba kita punya niat belajar sesuatu. Orang pasti punya sesuatu yang kita tidak punya. Maka, dengarkan baik-baik. Di KAP, kita menyebutnya sebagai nyambung, membuat orang bicara/ berbagi lebih banyak dengan bertanya-tanya pendek dan menghindari 3 jangan (mengganti topik, mematahkan/ menilai, dan mendiamkan).

Moga-moga bermanfaat. Sehat-sehat Ibu Bapak semua, ya.


Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas