Saat layanan kan kita tidak boleh ngobrol lama-lama? Lalu, bagaimana bisa bangun keakraban sehingga bisa membuka pagar orang?
Begini.
Ngobrol lama-lama jelas akan mengganggu pelayanan. Apalagi kalau sudah ada antrian, mengobrol lama-lama tentu tidak elok.
Tapi, mengobrol cepat-cepat kan boleh?
Mengobrol cepat masih bisa kok menanamkan benih-benih keakraban, walau minimalis. Langkahnya kurang lebih sbb.
- Angkat topik yang kelihatannya disukai orang. Tandanya orang yang menanggapi dengan semangat.
- Nyambung 3x. Nyambung adalah membantu orang bicara atau bercerita lebih banyak dengan jalan bertanya-tanya pendek. Jadi, pada jawaban orang, kita lempar pertanyaan agar dia lanjut bicara. Hindari tiga jangan (mengganti topik, mematahkan/ menilai, dan mendiamkan).
- Setelah nyambung 3x, masuklah ke topik layanan dengan membangun jembatan yang sesuai.
Contoh:
Bu Bidan: Tadi kemari naik apa Bu Rima? (1)
Bu Rima: Diantar suami, Bu Bidan.
Bu Bidan: Suaminya mana? (2.1)
Bu Rima: Langsung ke toko. Soalnya ditunggu bosnya.
Bu Bidan: Lagi ramai tokonya? (2.2)
Bu Rima: Musim liburan soalnya, Bu Bidan. Banyak wisatawan borong oleh-oleh. Karyawannya sampai kerja lembur.
Bu Bidan: Lemburannya banyak, dong? (2.2)
Bu Rima: Alhamdulillah.
Bu Bidan: Alhamdulillah. Moga-moga suami walau kerja keras, selalu sehat, ya. Nah, untuk dukung suami, supaya suami tenang bekerja, kita juga harus sehat, Bu Rima. Jangan sampai kena 5L: letih, lesu, lemah, lemah, dan lalai. Bahaya, nanti persalinan bukannya lancar malah lama….(kemudian masuk pembicaraan MMS atau TTD). (3)
Obrolan di atas memakan waktu kurang dari 1 menit. Mungkin sekitar 50 detik tapi lumayanlah untuk mulai membangun keakraban.
Memang belum sampai tahap mengobrol ideal (yang ditandai dengan tek-tokkan, misalnya Bu Rima bertanya balik: kalau suami bu Bidan kerja di mana?) tapi saat waktu terbatas, lumayan lah.
Pasar Minggu, 9 Februari 2026 – RR (Forum KAP/ VA)
Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP