Posisi Orang dan Skenario KAP

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Ada ahli gizi galak sama pasiennya. “Bapak mau cepat mati? Kalau mau, terus makan gula. Tidak usah makan sayur.”

Menurut kabar, banyak pasiennya berubah perilaku.

Dalam teori perubahan perilaku yang bertahap, seperti TTM (Transtheoretical model), hal itu dimungkinkan karena pasien yang datang mungkin berada di tahap persiapan (untuk berubah perilaku). 

Mereka sudah sadar, mau berubah, bersiap, dan cari-cari info.

Coba lakukan hal yang sama pada bapak-bapak di luar sana yang habis subuhan nongkrong makan nasi uduk + bakwan + kerupuk + kopi manis. Bisa disemprot kita. 

Secara teoritis, bapak-bapak itu berada di tahap pre-kontemplasi. Belum mau berubah. Mikir saja tidak. Atau mereka justru menilai pesan-pesan gizi hanya omong kosong.

Untuk mereka yang di tahap pra-kontemplasi, perlu skenario lain.

Ringkasnya, skenario tergantung, salah satunya, dari posisi orang. Pre-kontemplasi alias cuek bebek? Kontemplasi atau mikir-mikir? Persiapan atau berniat berubah? Aksi atau sudah melakukan perilaku? Pemeliharaan atau melakukan perilaku agar tidak DO? Terminasi alias sudah ajeg atau kukuh?

Pertama, pada tahap apapun kita mesti membuat orang memperhatikan (rebut remote control) dan mendengarkan (buka pagar). Kalau pre-kontem, kita mesti gugah dengan cerita emosional yang relevan. Kalau di tahap kontemplasi, kita bisa fokus pada motivasi dirinya. Kalau persiapan, kita perlu bimbing langkah-langkah dan tipsnya. Kalau aksi, kita perlu kuatkan perilaku dengan mengajari kontrol stimulus atau membentuk kebiasaan. Kalau pemeliharaan, skenarionya lain lagi.

Tak semua yang ke layanan berada di tahap persiapan (berniat melakukan suatu perilaku ). Ada juga karena dipaksa pasangan, fasilitas kantor, mencari layanan lain (sasaran perilaku berbeda), atau lainnya. 

Untuk CKG pun demikian. Makanya, edukasi hasil CKG perlu memperhatikan kira-kira di mana posisi orang. Kalau ada di tahap prekontemplasi tapi kita main “hajar”, orang akan mudah menolak, menyangkal, atau karena tidak berani, dia akan iya-iya tapi EGP.

Pasar Minggu, 14 Januari 2026 – RR (Forum KAP/ VA)


Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas