Mancing Ikan Besar Diabetes

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Mematahkan sikap orang acapakali berbalik. Bukannya berubah, orang jadi gerah. Bukan tidak mungkin, sikapnya malah makin kukuh. Ini yang namanya back fire effect.

Di KAP ada metode seperti mancing ikan alias tidak langsung ditarik kencang. Justru, ikuti saja, kendurin, ulur benangnya. Kalau perlu sampai habis. Sambil itu, ukur-ukur tenaga Si Ikan. Waktu tenaganya mulai habis, mulailah tarik ulur. Pelan-pelan sampai dekat, tangkap!

Kalau ditarik langsung saat umpan dimakan, putus itu benang. Apalagi kalau ikannya besar-besar. Makanya, teknik mancing yang cantik ini biasanya dipakai pemancing pro atau berpengalaman.

Dalam publikasi-publikasi KAP metode itu bernama VESET (Validasi, Elaborasi, Selipkan, Tonjolkan). Demi kemudahan, mungkin lebih baik disebut metode Mancing ikan besar?

Ngomong-ngomong tentang besar-besar, masalah kesehatan banyak yang besar-besar. Metode Mancing ikan besar sendiri pernah dicoba di TBC, masalah kesehatan yang besar banget itu.

Tampaknya, bagus juga dicoba pada diabetes, yang tak kalah besar.

Bayangkan saja. Kata ahli, 80% orang yang sebetulnya diabetes, tidak menyadari dirinya diabetes. Artinya, hanya 20% yang sadar (karena sudah cek). Tapi, dari 20% itu pun, 80% tidak ngapa-ngapain. Tidak minum obat. Tidak jaga makannya. Tidak olahraga teratur. Cuek bebek.

Lalu, bagaimana metode Mancing ikan besar bisa diterapkan?

Misal, seseorang diberitahu hasil tes yang menunjukkan diabetes (HBA1c, Gula Darah Puasa, dll):

Pertama, ulur dan ikuti (dulu namanya: validasi dan elaborasi). 

Orang : “Tapi saya sehat-sehat saja, kok.”

Nakes : “Tidak merasakan gejala apa-apa ya? Badan enak-enak saja?”

Orang : “Iya, biasa-biasa saja, Bu Ners,”

Nakes : “Kerja masih sregep, ya. Badan bugar begitu? Aktivitasnya sehari-hari apa…?”

Orang : “Wah, saya…………….” (orang cerita dan nakes nyambung)

Kedua, tarik-ulur (dulu namanya selipkan pesan)

Nakes : “Memang begitu, sih, Pak Edi. Badan bugar, enak sampai …. ada waktunya.” (gantungin)

Orang : “Waktunya?”

Nakes : “Iya, penyakitnya memang begitu. Pelan-pelan tapi pasti.” (sampaikan cerita/ perumpamaan diabetes sebagai induk penyakit-penyakit berat: jantung, stroke, ginjal, dll.)

Nakes : “Pelan-pelan tapi pasti merusaknya tapi pelan-pelan tapi pasti juga bisa dicegah.”

Orang : “Caranya?”

Nakes : (Cerita solusi: minum obat, pola makan, olahraga menaikkan massa otot, dll.)

Ketiga, tangkap (Tonjolkan pesan kuncinya dan kalau bisa, kunci komitmen)

Ketika orang terlihat menyimak dan menerima (amati juga nonverbal), nakes boleh mengunci komitmen.

Kenyataannya pasti tidak semudah contoh di atas tapi dari pada tidak ada, mending dicoba-coba. Pelan-pelan kita kembangkan lebih lanjut.

Ps Minggu, 8 Januari 2026 (RR – Forum KAP/ VA)


Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas