Hati-Hati, Modus Penipuan via Telp Ini

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Penelepon bilang dia dari bank tertentu (dia akan sebut yang umum, seperti BCA) lalu dia melaporkan terjadi transaksi mencurigakan, di kasus saya: pembelian pulsa telp sebesar 1 juta masing-masing di marketplace yang terkenal (Blibli, Bukalapak, Tokped, JDID dll.). Nah, ini kunci permainan dia: membuat panik agar kita tidak bisa berpikir. Wajar saja, kita paniklah kalau ada transaksi yang tidak kita lakukan.

Dari situ, dia kemudian akan menggiring kita menyebut akun/password dll atau bahkan jangan-jangan transfer juga (saya tidak sampai ke sana).

Kalau kita nge-test dengan membenarkan betul terjadi transaksi-transaksi itu (padahal tidak terjadi), dia akan mengeluarkan pernyataan yang membuat khawatir: jadi transaksi-transaksi itu kami proses, nih!?

Kalau kita lanjutkan bilang ok, silahkan diproses. Dia akan bilang ya sudah, lalu tutup telp.

Jelas itu bukan ending versi bank. Officer bank kan akan bilang terimakasih, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi? Dll.

Waspada dengan kunci permainan penipu-penipu, yaitu pesan yang membuat panik.

Ada transaksi mencurigakan.
Anak Anda di rumah sakit.
Dan lain-lain.

Kadang para penipu membawa kabar sangat menggembirakan.

Anda dapat hadiah!
Kami mau kirim uang!

Sama saja. Itu semua membuat kita tidak bisa berpikir.

Jadi jangan mudah panik atau terlalu gembira mendapat kabar via telp dari orang tidak dikenal atau pura-pura kenal kita. Salah satu caranya: pause atau diam beberapa detik, ambil nafas, dan berkata dalam hati, yang bener aja ini orang?

Kalau kita bisa pause sejenak, berarti kita masih bisa kontrol pikiran kita dan tidak mudah terperangkap alur penipuan.

Atau yang lebih mudah lagi, tutup saja telp-nya dan lanjutan kegiatan kita.

Satu lagi, kalau ada telp masuk, jangan langsung diangkat. Selalu perhatikan dulu nomor telp. Pada kasus saya, yang masuk no hape. Jadi pas dia ngaku dari Bank, aha, ketahuan duluan.

Moga-moga bermanfaat.


Penulis: Risang Rimbatmaja, Spesialis Perubahan Perilaku UNICEF Indonesia

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas