Yoana Anandita atau akrab dipanggil Dita memulai perjalanannya di bidang kesehatan masyarakat melalui keterlibatan dalam program Tuberkulosis nasional, dengan minat kuat pada advokasi, komunikasi, kemitraan, dan keterlibatan komunitas. Dalam perjalanannya, ia terlibat dalam penguatan komunikasi kesehatan lintas isu—termasuk TB, HIV, imunisasi, dan respons wabah—melalui kerja sama erat dengan pemerintah dan berbagai mitra pembangunan.
Saat ini, Dita bekerja sebagai National Consultant TB Communication, Partnerships, Advocacy, and Civil Society Engagement di WHO Indonesia. Selama pandemi COVID‑19, ia berperan sebagai RCCE Focal Point WHO Indonesia, mendukung koordinasi komunikasi risiko dan keterlibatan komunitas bersama mitra lintas sektor.
Hingga kini, ia terus berkomitmen pada isu Tuberkulosis dengan menempatkan kolaborasi dan suara komunitas sebagai bagian penting dalam upaya mewujudkan akses kesehatan yang lebih setara.