Setelah orang tua membawa anaknya ke tempat imunisasi apakah selesai urusan komunikasi perubahan perilaku?
Tidak juga.
Imunisasi tidak hanya sekali. Orang tua perlu datang berkali-kali ke sarana kesehatan untuk melengkapi imunisasi anak. Masalahnya, datang sekali atau beberapa kali belum menjamin mereka datang kembali. Apalagi setelah menerima imunisasi jenis baru. Dengan kata lain, komunikasi perubahan perilaku masih diperlukan untuk securing repeat behavior.
Karena itu, Andreasen (1995), yang terpengaruh Difusi Inovasi-nya Rogers, menekankan pentingnya maintenance dalam intervensi perubahan perilaku. Menurutnya, perilaku pertama bisa jadi trial alias coba-coba. Yang lebih umum, sehabis melakukan hal baru, orang mengalami cognitive dissonance atau ketidaknyamanan akibat memilih satu pilihan sementara sikap masih belum mantap betul.
Makanya, setelah membeli mobil, sebagai contoh, orang masih mencari penguatan, pembenaran, atau kelengkapan informasi. Di jalanan dia memperhatikan apakah ada mobil yang sama. Iklan-iklan mobil (yang dibeli) semakin diperhatikan. Review-review di youtube pun ditonton. Padahal, mobilnya sudah dibeli.
Nah, berbeda dengan mobil, yang sulit dikembalikan, untuk imunisasi, kalau mucul penyesalan, orang tidak akan datang.
Karena itu, maintenance perlu dilakukan agar orang tua melihat pilihannya mengimunisasi anak sebagai hal yang tepat. Atau dengan kata lain, berkurang cognitive dissonance-nya.
Jadi, jangan biarkan orang tua datang dan pulang begitu saja. Apalagi sampai muncul rasa penyesalan. Berikut yang hal-hal yang bisa dipertimbangkan.
- Alokasikan waktu untuk sesi dialog singkat. Sampaikan pada orang tua bahwa anak mereka telah mendapat manfaat imunisasi. Buka ruang tanya jawab, termasuk tentang KIPI (Kejadian Ikutan PascaImunisasi)
- Berikan media yang berisi informasi yang dapat memelihara keyakinan orang tua terhadap imunisasi
- Berikan penghargaan. Buat mereka merasa dihargai karena telah melakukan tindakan yang benar. Memberi reward berbentuk sesuatu yang unik menarik juga bisa dipertimbangkan
- Yang tidak kalah penting, tunjukkan layanan yang baik sehingga orang tua mendapat pengalaman positif. Sambut dengan hangat. Berikan apresiasi. Tunjukkan komunikasi verbal maupun nonverbal yang apresiatif
Penulis: Risang Rimbatmaja, Spesialis Perubahan Perilaku UNICEF Indonesia