Dosis Pesan Fear

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

“Pesan fear atau yang menimbulkan rasa takut itu efektif. Tanpa pesan fear, orang tidak peduli.”

Pernyataan itu bisa betul tapi bisa juga kebablasan.

Karena fear memang bisa menjadi salah satu sumber motivasi (perubahan perilaku) yang potensial, dengan catatan, bila dosisnya tepat.

Kalau ceritanya orang ikut VCT lalu hasilnya positif, kira-kira berapa dosis fear -nya?

Apakah perlu disampaikan pesan fear seperti, apa yang dialami orang saat AIDS atau imunitasnya runtuh? Bagaimana mudahnya orang kena penyakit ini itu? Bagaimana TBC, yang tadinya laten, akan muncul dan merusak paru-paru?

Tentu tidak perlu. Karena orang sudah dalam keadaan takut. Pemberian dosis fear justru kontra produktif.

Jadi, dosisnya yang pas mungkin nol atau bahkan minus atau pesan harapan.

“Tidak perlu khawatir, Pak. Asal minum ARV teratur, virusnya nanti bisa ditekan sehingga imun Bapak terbangun kembali dan sudah tidak menularkan lagi.”

Ceritanya lain untuk kasus orang tua yang santai-santai saja alias tidak takut pada kondisi anaknya yang kurus. Maka, di sini, pesan fear perlu disampaikan.

“Anak ini ibaratnya gedung yang belum jadi, alias masih dalam tahap pembangunan. Karena itu, pengawasan mesti ketat. Kalau ada kesalahan, mesti segera diperbaiki. Kalau tidak segera diperbaiki, nanti sulit memperbaiki kalau gedung sudah jadi. Kalau setelah jadi baru tahu, baru tahu fondasinya kurang kuat atau gedungnya miring, apa yang bisa dilakukan?”

“Untuk gedung, kita bisa tahu dibangunnya benar atau tidak dengan inspeksi langsung. Dilihat, apa kabelnya ditata benar? Apa ruang-ruangnya dibangun sesuai rencana? Apa kekerasan beton sesuai standar? Dll. Untuk anak, pertumbuhan organ-organ di dalam tubuhnya kan tidak terlihat, maka cara paling mudah adalah dengan timbangan. Kalau timbangannya bertambah sesuai harapan, berarti pertumbuhannya sesuai harapan. Kalau tidak, pasti ada masalah. Mungkin, pertumbuhan otaknya terhambat. Organ-organnya lainnya juga.”

Ringkasnya, pesan fear bisa efektif atau sebaliknya. Kalau orang sudah takut kemudian ditakut-takuti, bisa lari dia. Tidak mau mendengar atau bahkan menyangkal.


Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas