Edukasi C2P (Child to Parent): CKG

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Orang tua bisa diajari anaknya yang kecil. Makanya, ada yang namanya intervensi C2P (Child to Parent). Model ini bisa digunakan untuk mengajak orang tua mengikuti CKG (Cek Kesehatan Gratis). Begini detailnya.

DI SEKOLAH. Selain melakukan CKG siswa, nakes melakukan sesi edukasi. Cukup 20-30 menit.

Pesan edukasi fokus penyakit yang tidak terlihat-terasa tapi ada dan berkembang pelan-pelan. Penyakit-penyakit yang tidak tiba-tiba muncul. PTM (Penyakit Tidak Menular). Contoh, penyakit jantung.

  1. Nakes memainkan 1 permainan pembelajaran. Pilihannya, antara lain:

Adu tepuk: Jantung – Janji
Setelah permainan, bahas singkat seputar serangan jantung yang membuat janji-janji orang tua tidak terlaksana. Janji mau berlibur ke suatu tempat, menyekolahkan, menemani anak sampai dewasa, dll.

  • Tanyakan, siapa yang anggota keluarga atau keluarga temannya pernah kena penyakit jantung? Bisa ceritakan?
  • Tanyakan pula, apakah penyakit jantung itu tiba-tiba muncul? Kemarinnya sehat lalu tiba-tiba?

Lomba nyanyi: Sakit Jantung
Pembahasan dilakukan untuk mengulik isi lagu. Tanyakan: tentang apa lagu yang dinyanyikan tadi? Apa katanya? Penyakit jantung tidak langsung, maksudnya?

  1. Pembahasan. Serangan jantung terjadi karena darah tidak mengalir ke jantung akibat sumbatan. Darah membawa energi. Tanpanya, jantung berhenti bekerja. Sebabnya antara lain:

Tekanan darah tinggi.
Tekanan tinggi menyebabkan lapisan pembuluh atau pipa darah rusak. Seperti jalan, kalau dialiri air kencang, misalnya air bah kencang, maka lama-lama rusak. Lapisan aspal terkelupas. Lobang sana-sini. Permukaan kasar. Akibatnya, banyak benda-benda tersangkut, menumpuk dan membentuk yang namanya plak. Lama-lama menutupi pipa darah lalu tersumbatlah.

Sakit gula atau diabetes.
Hal yang mirip terjadi kalau orang sakit gula. Gula dalam darah atau glukosa seharusnya masuk ke sel-sel diubah menjadi tenaga. Tapi seperti halnya rumah yang terlalu banyak kedatangan paket COD, rumah atau sel akhirnya menolak sehingga paket COD (Cash on Delivery) atau glokusa terus ikut aliran darah sehingga merusak dinding lapisan pembuluh darah. Seperti jalan yang rusak, berlubang-lobang dan kasar, maka banyak benda tersangkut, menumpuk dan lama-lama menyumbat.

Jadi, tidak berhenti tiba-tiba karena sumbatan terbentuk pelan-pelan. Kita bisa mencegah serangan dengan mengetahui apakah tekanan darah atau gula kita normal atau tidak.

Caranya mencegah?
Dengan CKG – Cek Kesehatan Gratis. Dengan CKG, orang jadi tahu kondisi tubuhnya sehingga nanti bisa diberitahu perilaku-perilaku sehat apa yang perlu dilakukan agar tetap atau menjadi lebih sehat.

Nakes kemudian menjelaskan sedikit tentang CKG di Puskesmas (selain di sekolah). Layanan gratis untuk mendapatkan beragam pemeriksaan.

  1. Penugasan siswa ke rumah. Di sini tenaga kesehatan membangun jembatan agar pesan dan ajakan CKG sampai orang tua di rumah. Langkah-langkahnya sbb.

Pemicuan. Lemparkan pertanyaan-pertanyaan berikut.

Menguatkan pengetahuan

  • Apakah sakit jantung itu tiba-tiba muncul atau sedikit demi sedikit?
  • Gara-gara ada apa di pembuluh darah ke jantung?
  • Bisa karena penyakit apa saja?
  • Bagaimana ceritanya? Apa yang dirusak? Lalu? Setelah banyak yang nyangkut? Jadi, menum…? Lalu tersum…?
  • Bisakah serangan jantung dicegah? Caranya bagaimana? (CKG dulu lalu nanti diberitahu perilaku-perilaku sehat yang perlu dilakukan).

Memicu

  • Mau orang tuanya sakit jantung?
  • Untuk mencegahnya tadi bagaimana?
  • Apakah mau mengajak orang tua untuk CKG? Mau? Supaya? Beneran atau pura-pura?

Menjelaskan tugas
Contoh: Lakukan survei (wawancara terstruktur) bersama orang tua lalu diskusi hasilnya.

  • Sampaikan pertanyaan BS (Benar Salah)

  1. Hanya sedikit orang Indonesia yang terkena serangan jantung.
  2. Penyakit jantung tidak mematikan.
  3. Penyakit jantung adalah penyakit yang muncul tiba-tiba, tidak diduga.
  4. Penyakit jantung bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi.
  5. Penyakit jantung tidak disebabkan oleh penyakit gula.
  6. Penyakit jantung tidak bisa dicegah.

  • Sampaikan hasilnya. Jumlah benar dan jumlah salah.
  • Tanyakan, apakah Ayah/ Bunda tahu cara mencegahnya?
  • Siswa menjelaskan pada orang tua tentang cara mencegah sakit jantung yaitu dengan mengetahui secara dini dan itu bisa dilakukan dengan CKG. Siswa kemudian menjelaskan sedikit tentang CKG (gratis dan ragam pemeriksaan)
  • Siswa kemudian mengajak orang tua menggunakan layanan CKG dengan mengunjungi Puskesmas. Bila bersedia, siswa menanyakan perkiraan waktunya.

Mengumpulkan hasil
Siswa diminta untuk membawa hasil wawancara ke Ibu/ Bapak guru di kelas disertai dengan keterangan apakah orang tua bersedia mengambil CKG dan kapan kira-kira waktunya.

DI RUMAH. Siswa menjalankan skenario survei/ wawancara bersama orang tua dan menyampaikan hasilnya pada guru dalam 2-3 hari.

DI SEKOLAH LAGI. Setelah mendapatkan laporan dari siswa, ibu/ bapak guru menyampaikan kabar pada tenaga kesehatan tentang 1) jumlah siswa yang mengumpulkan tugas, dan 2) jumlah orang tua yang bersedia CKG. Tenaga kesehatan kemudian dapat membuat janji waktu untuk mengambil lembar laporan siswa.


Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas