Imunisasi Hoaks: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Dari pada termakan hoaks, mending mengebalkan diri dari serangan hoaks. Mirip imunisasi. Tubuh dimasukkan vaksin agar dilatih untuk mengenali dan mengalahkan bibit penyakit.

Untuk mengimunisasi pikiran dan emosi dari serangan hoaks, tubuh perlu dimasukkan vaksin (pesan) tertentu. Teorinya bernama inoculative communication, komunikasi untuk mencegah persuasi negatif (termasuk hoaks). Ringkasnya, ajak orang berkenalan dengan hoaks, isi, ciri, dan apa yang mesti dilakukan kalau berjumpa beneran.

Ambil contoh MMS. Aplikasinya menjadi sbb.

Pertama, kenalkan sebelum berjumpa. Sebelum para bumil menjumpai hoaks, sampaikan bahwa di luaran sana ada orang yang menyebarkan cerita menyesatkan via sosmed, bisa lanjut via WA atau via orang-orang yang kita kenal. Latar belakang orangnya tidak jelas. Kalau pun orang kesehatan, mereka adalah barisan sakit hati. Niatnya dipertanyakan. Yang jelas bukan demi kesehatan masyarakat tapi demi cuan dengan jalan mendapatkan views yang banyak, demi nyohor alias dikenal banyak orang atau kepuasaan (ini orang sakit hati dan mental).

Kedua, kenalkan pula kemungkinan isi pesannya. Misalnya, mereka bilang vitamin ini berbahaya bisa membuat ini itu. Padahal, vitamin itu penting untuk perkembangan janin. Projek janin, yang ibu hamil tengah garap, bukan sembarangan tapi projek penting. Maha penting. Gedung tinggi kalah pentingnya. Kalau gedung salah-salah, insinyur bisa perbaiki. Tapi adik janin, tak bisa perbaiki. Jadi, mesti dijaga bener. Material mesti lengkap dan pas.

Ketiga, kenalkan cirinya. Ceritakan sifatnya menakut-nakuti. Suka pakai huruf besar. Judulnya juga bombastis. Juga, suka mengutip-ngutip profesor atau kampus tidak jelas. Kadang ada salah ketik, gara-gara buatnya buru-buru kejar tayang.

Keempat, apa yang perlu dilakukan bila berjumpa dengannya. Cuekin saja. Lewatin. Scrolled. Kalau dipantengin, dikira kita nyimak. Kalau dibuka nanti dia yang untung. Jangan ikut menyebar, baik sengaja ataupun tidak sengaja. Tidak sengaja misalnya, kita bertanya sama kawan, ini hoaks atau bukan, sih? Apalagi di WAG, karena nanti malah disebar-sebar orang.

Setelah diimunisasi, moga-moga orang kebal terhadap hoaks. Ingat, mencegah lebih baik dari pada mengobati.


Penulis: Risang Rimbatmaja (Forum KAP/Vitamin Angels)

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas