Pesan untuk Aksi vs Kognisi

Sumber Gambar: Gemini AI
Sumber Gambar: Gemini AI

Supaya orang mau membawa motornya ke bengkel secara berkala untuk servis ringan, seperti ganti oli, bersih-bersih injeksi, busi, dll., pesan apa yang perlu mereka pahami dan hayati?

Kebanyakan orang cukup memegang: jangan sampai motornya mogok atau rusak parah karena ongkosnya mahal dan merepotkan pula. Selebihnya tinggal info ringan, seperti kapan (setiap sekian ribu km atau bulan), ongkos, lokasi, atau hari-jam berapa jam bengkelnya kosong.

Ini namanya pesan untuk aksi. Pesannya singkat, sehingga mesti fokus, mudah dicerna, dan dipandang penting bagi orang sehingga dapat menggugah mereka beraksi.

Bandingkan dengan rumusan yang berisi pesan berikut:

  • Definisi motor
  • Populasi motor di Indonesia
  • Bagaimana motor bekerja
  • Beragam jenis mesin motor
  • Penyebab umum kerusakan motor
  • Daya tahan motor dari generasi ke generasi
  • Peran bengkel dalam mencegah kerusakan

Ini namanya pesan untuk kognisi. Pesan komprehensif dan detail tentang suatu objek, yang harus dikuasai oleh orang yang akan menjadi ahli di suatu bidang.

Untuk edukasi di kampung-kampung, pesan model mana yang kita perlukan?

Jelas yang kita perlukan adalah pesan untuk aksi. Sementara, pesan untuk kognisi diperlukan di sekolah atau kampus untuk mencetak ahli-ahli.

Semisal, untuk imunisasi di kampung-kampung, yang diperlukan adalah pesan untuk aksi yang singkat dan menggugah orang tua agar mau mengimunisasi anaknya. Tidak perlu mendalam. Tidak apa-apa superfisial atau permukaan, yang penting bisa menggugah. Tidak boleh banyak-banyak pula. Cukup singkat tentang satu atau dua hal tapi menggugah.

Contoh pesan-pesan untuk imunisasi:

  • Ada polio buat anak lumpuh tapi santai, cegahnya mudah
  • Campak di mana-mana, buat anak lemah mudah kena penyakit berbahaya
  • Diare berat mematikan, tak bisa diobati di rumah, lebih mudah dicegah

Ini cuma contoh. Karena, sama halnya pesan untuk kognisi yang diperoleh dengan upaya ilmiah (riset), pesan untuk aksi pun mesti diperoleh secara ilmiah. Dicari dan diuji dengan riset lapangan.

Jogja, 20 April 2026 – RR (Forum KAP/VA)


Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP

Artikel Terkait

Fitur Aksesibilitas