“Bu Bidan, kami dengar ada imunisasi baru ya? Apa itu? Kapan kami mendapatkannya?”
Menghadapi kelompok warga yang antusias terhadap imunisasi, nakes atau kader tentu dimudahkan. Tidak perlu bertele-tele, langsung saja cerita, edukasi, dan persuasi. Lalu, langsung suntik.
Tapi tidak semua warga seperti itu. Tidak sedikit yang bersikap lain. Untuk mempermudah, kita bagi mereka (yang bersikap lain) ke dalam 3 kelompok:
- Ragu-ragu polos
- Bersikap (tidak mau)
- Menyerang/gala
Untuk masing-masing kelompok, kita perlu taktik tertentu. Versi KAP, berikut alternatifnya:
Ragu-ragu polos
1. Menakutkan tapi ternyata mudah (EPPM)
Cerita menakutkan > Cerita mudah > Gantung > Ijin & Sampaikan cerita
2. DAK (Dengarkan Apresiasi Klarifikasi) – ringan
Bangun keakraban (moderat) > Tanya-tanya > Nyambung pada cerita warga > Apresiasi (ringan) > Sampaikan cerita
Bersikap (tidak mau)
1. DAK (Dengarkan Apresiasi Klarifikasi) – kuat
Bangun keakraban (kuat) > Tanya-tanya sikap > Nyambung pada cerita/pendapat warga > Apresiasi (kuat) > Ijin & sampaikan cerita
2. Jurus Justru Itu/Steel manning
Bangun keakraban (kuat) > Tanya > Nyambung pada cerita dan pendapat warga > Benarkan/kuatkan pendapat warga > Kuatkan dengan memasukkan imunisasi
3. Difrensiasi
Benarkan/validasi pendapat orang > Pengecualian/bedakan > Ijin & sampaikan cerita
Menyerang/gala
1. Buat becandaan
Plesetkan/hiperbola/hina diri, dll > Tensi menurun > Akui salah > Ijin & sampaikan cerita
2. Lebih-lebihkan
Didengarkan/nyambung > Melebih-lebihkan > Akui becanda > Ijin & sampaikan cerita
Pontianak, 13 April 2026 – RR (Forum KAP/VA)
Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP