Sebagian orang ikut CKG hanya sekedar ikut CKG. Tanpa tujuan jelas. Ikut-ikutan. Iseng.
Misal, orang sedang di Puskesmas atau di suatu tempat. Datang ajakan. Karena longgar, hayuk!
Untuk angka cakupan, ya tidak apa-apa. Tetapi, bagi tujuan akhir program kesehatan, yaitu meningkatkan kualitas hidup orang, kelihatannya belum banyak berguna.
Mereka belum menjadikan CKG awal perbaikan perilaku hidup sehat. Kalau ditanya alasan, jawaban singkatnya
“Ga tahu.”
“Diajak…”
atau maksimal “Ingin tahu kesehatan saya…”
Lantas, apa yang bisa kita perbuat agar orang tidak bertujuan setidaknya jadi punya sedikit tujuan?
Ada dua kesempatan edukasi, sebelum tes & sesudah tes.
Sebelum tes, instal tujuan CKG di kepala orang, yaitu supaya tahu cara agar sehat. Langkah :
No 1. Buat orang nyaman via ngobrol informal singkat. Cari topik obrolan yang dia suka lalu kita nyambung 2-3x.
No 2. Setelah itu, tanyakan, “Kalau boleh tahu apa tujuan Ibu ikut CKG?”
No 3. Nyambung terhadap jawabannya,
(“Ga tahu.”) “Belum tahu, ya? Coba tebak deh, kira-kira apa manfaatnya?”
(“Diajak…”) “Diajak siapa?”
(“Ingin tahu kesehatan saya”) “Apa saja yang ingin diketahui?”
No 4. Lempar pertanyaan retoris terkait tujuan CKG: “Tapi Bapak ingin tahu cara agar sehatkah, kan?”
Lalu lempar pertanyaan detail (sesuaikan pertanyaan)
“Mau tahu cara agar badan jadi segar supaya kerja semangat?”
“Mau tahu cara agar tetap sehat supaya bisa dampingi anak nikah nanti?”
“Mau tahu cara supaya bisa tetap sehat, bisa ngajak main cucu?”
No 5. Orang tentu jawab iya. Maka, kuatkan jawaban, entah secara negatif atau positif.
“Iya, dong. Bapak kan senang lari-lari sama cucu, ya.”
“Iya, penting itu. Masak, cucu lari-lari trus kitanya di kursi roda. Ga asyik amat, ya?”
Lalu, detailkan bagaimana supaya tahu cara agar sehat.
“Nanti Bapak akan dites dan apapun hasilnya, alhamdulillah. Yang penting nanti Bapak jadi tahu cara agar sehat. Kalau ada yang kurang nanti diberi tahu cara memperbaikinya. Kalau sudah bagus, Bapak juga akan diberitahu cara mempertahankannya supaya nanti bisa lari-lari dengan cucu.”
Yang juga penting adalah edukasi saat menerima hasil CKG. Nah, ini kita bahas di artikel selanjutnya.
Condet, 27 Januari 2026 – RR (Forum KAP/ VA)
Penulis: Risang Rimbatmaja, Forum KAP